Cara menghadapi atasan yang tidak kompeten

Kategori: Ilmu, Tutorial

Identifikasi

Sebelum kita menganggap atasan kita sebagai orang yang tidak kompeten, alangkah baiknya kita mengidentifikasi terlebih dahulu tentang bagaimana atasan bertindak di sekitar kantor dan dengan orang lain. Bahkan alangkah baiknya jika saat kita melihat atasan, “hal pertama yang perlu dilakukan sebelum menilai orang lain adalah melihat keadaan dan diri kita sendiri,” Bernhart Farras.

Kita mungkin tidak menyukai atasan, tetapi hal itu bukan menjadi penentu bahwa mereka tidak kompeten. Jangan biarkan bias pribadi membentuk cara kita memandang orang yang bertanggung jawab. Misalnya, tanyakan pada diri sendiri apakah saya iri dengan posisi otoritas mereka? atau apakah saya secara alami menentang atasan?.

Penilaian Anda terhadap atasan harus jujur dan tidak didasarkan pada ideologi pribadi saja. Kumpulkan semua informasi yang relevan sebelum membuat keputusan akhir. Misalnya, atasan mungkin berada di bawah banyak tekanan, dan kita mungkin tidak menyadari tingkat tanggung jawab yang ada di pundak mereka. Dengan meluangkan waktu untuk memahami atasan juga mungkin akan mengevaluasi kembali apa yang kita anggap sebagai ketidakmampuan mereka. Namun, jika Anda bahkan sudah melakukan semua hal tersebut tapi tetap menyimpulkan bahwa mereka tidak kompeten, mereka tetap layak dihormati.

Tetap Bekerja dengan Maksimal

Hal pertama yang wajib kita lakukan adalah tetap bekerja sebaik mungkin. Saya memahami bahwa mengerjakan hal-hal yang diatur dan dilaporkan oleh atasan yang tidak kompeten memang sulit. Namun, disini kita dapat melatih kesabaran dan belajar untuk berorganisasi. Berilah waktu 6 bulan atau 1 tahun untuk melihat apakah atasan sedang melalui proses pembelajaran dan dapat menjadi orang yang kompeten. Jika tidak, maka Anda perlu meminta bantuan.

Minta Bantuan

Jika kita merasa atasan kita adalah bos atau pemimpin yang tidak kompeten dan orang lain di kantor juga merasakan hal yang sama. Maka kita perlu berbicara dengan rekan kerja kita, baik di dalam maupun di luar organisasi untuk mendapatkan nasihat. Curhat dengan rekan kerja adalah hal yang wajar, namun pilihlah orang yang Anda percaya. Terkadang kita hanya perlu mengatakan kegundahan kita untuk mendapatkan sedikit kelegaan.

Namun, mengeluh tidak akan membuat segalanya lebih baik, itulah sebabnya kita membutuhkan seseorang yang dapat kita percaya untuk menyampaikan beberapa saran — terutama dari mereka yang pernah bekerja langsung dengan atasan tersebut. Lebih banyaklah bertanya, dibandingkan memberikan pernyataan agar kita mendapatkan opini dari rekan kerja secara tidak bias.

Sebaliknya, Anda dapat berbicara dengan orang di luar organisasi, seperti orang tua, ahli, atau sahabat untuk mendapatkan ide yang berbeda tentang cara mengatasi atasan yang tidak kompeten.

Berbicara pada Atasan secara langsung dan tetap Profesional

Menurut penelitian DDI, 57% karyawan berhenti dari pekerjaan mereka karena atasan mereka. Jika kita mencintai pekerjaan tetapi atasan kita menyulitkan kita, alangkah baiknya kita mencari jalan keluar dan tidak perlu menderita dalam diam. Menghadapi atasan dapat menjadi hal yang menakutkan, terutama bagi junior atau fresh graduate yang baru saja mulai bekerja di sebuah perusahaan.

Namun, jangan terlalu mengharapkan atasan akan merespon jika berbicara sendiri. Meskipun kita mungkin berpikir atasan akan mengabaikan ketidakpuasan kita karena posisi mereka yang lebih tinggi, baiknya kita juga memberi atasan kita kesempatan untuk menanggapi masalah yang ia hadapi. Jika kita mendekati mereka dengan rasa hormat yang tulus dan keinginan untuk membuat tempat kerja lebih baik, kita dapat membangun tingkat kepercayaan dan persahabatan baru yang jika tidak akan tenggelam dalam kegelapan.

Namun, jika pertemuan itu sia-sia, kita perlu menyuarakan ini kepada bagian personalia untuk melihat apakah ada yang bisa mereka lakukan untuk membantu.

Jadilah Orang yang Lebih Baik dari Atasan

Bahkan jika kita tidak setuju dengan tindakan atasan, jangan biarkan hal itu memengaruhi keputusan kita sendiri. Suka atau tidak, kita dan atasan adalah bagian dari tim dalam organisasi yang lebih besar dan harus bekerja sama untuk membantu hasil akhir.

Meskipun mungkin tampak lebih mudah untuk membenci atasan dan bersikap tidak perduli dengan pekerjaan kita, itu hanya merusak integritas kita sendiri. Demikian juga, bahkan jika kita tidak menyukai atasan kita, jangan memulai rumor di belakang mereka (ini adalah hal yang dilakukan pengecut yang tidak berani menghadapi secara langsung). Jadilah pribadi yang lebih baik, dan jangan biarkan perilaku atasan mengganggu perkembangan karir serta diri kita.

Fokus pada hal Positif

Atasan yang tidak kompeten pastinya dapat meningkatkan kadar stres dan mengganggu kesehatan mental kita.. Faktanya, ada risiko kesehatan yang dihadapi karyawan ketika harus berurusan dengan atasan yang tidak kompeten setiap hari, itulah sebabnya kita harus fokus pada kesehatan emosional dan mental saat berada di tempat kerja.

Salah satu contohnya mungkin “kita pernah di ‘tegur’ dan disalahkan atas sesuatu hal yang bukan merupakan kesalahan saya dan hal tersebut adalah keputusan atasan itu sendiri selama berjam-jam.” Ketika hal itu terjadi, kita hanya dapat menahan emosi dan ingatlah hal-hal positif. Jika kita sudah tidak tahan maka jangan diluapkan didepan atasan atau bahkan orang lain. Carilah tempat yang sunyi dan nyaman serta bersabarlah (istighfar).

Untungnya, ada strategi penanggulangan untuk membuat atasan yang tidak kompeten agar sedikit lebih bisa ditoleransi. Misalnya, fokus pada aspek pekerjaan yang membuat kita bahagia. Banyak orang menyukai pekerjaan yang mereka lakukan, dan jangan biarkan atasan yang buruk merusak pengalaman itu. Pilihan terakhir ini tentu lebih baik untuk kesehatan mental Anda. Namun, jika negatifnya lebih besar daripada positifnya, Anda mungkin ingin mempertimbangkan strategi terakhir.

Cari Pekerjaan Di Tempat Lain

Jika kita sudah mencoba segala cara, mempertimbangkan kondisi dengan matang dan masih merasa atasan sudah keterlaluan, kita dapat mempertimbangkan untuk pindah ke bagian lain di perusahaan Anda atau mencari pekerjaan di tempat lain. Jika kita berencana untuk pindah secara internal, lihatlah apakah manajemen baru tersebut lebih cocok untuk kita. Jika kita berencana untuk pindah ke organisasi baru, kita perlu tahu di mana menemukan peluang kerja yang sesuai dengan pengalaman dan keahlian.

Kita harus memahami bahwa tidak semua atasan itu sama, dan kita juga tidak harus menderita untuk melakukan pekerjaan yang kita cintai hanya karena atasan Anda. Jika mempertimbangkan peralihan pekerjaan, tidak perlu mencari lagi konsultasikan kepada konsultan Dididik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.