Serba Serbi Au Pair

Kategori: Peluang

Jika ingin merasakan tinggal di luar negeri dengan gratis, Au Pair bisa menjadi salah satu pilihan terbaik. Belum banyak orang yang mengetahui program Au Pair. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya informasi atau program ini tidak banyak peminatnya akibat kekeliruan informasi yang diperoleh. Di lansir dari website aupair.com program Au Pair “is an international cultural exchange that gives the possibility to young people to spend some time abroad, learn more about a different culture, improve their skills in a foreign language in exchange for help with duties related to childcare. The term “au pair” from French means “on equal terms”, signifying that Au Pair and Host Family treat each other as equals.  An Au Pair is a young person living abroad with a Host Family and taking care of the children in exchange for accommodation and pocket money.”

Dari pengertian tersebut, sudah jelas bahwa program Au Pair adalah program untuk para pemuda agar bisa belajar dan mengetahui lebih banyak budaya suatu negara dengan dengan tinggal bersama sebuah keluarga asuh selama 1 tahun. Program Au Pair bisa dilakukan di banyak negara, namun tidak semua negara menerima Au Pair dari Indonesia. Jadi sebelum memutuskan untuk menjadi Au Pair, sebaiknya cari tahu dulu negara mana saja yang menerima Au Pair dari Indonesia serta syarat apa saja di harus dipenuhi. Setiap negara memiliki syarat dan ketentuanya masing-masing.

Selama mengikuti program Au Pair, semua biaya hidup mulai dari makan, tempat tinggal, asuransi dan sekolah bahasa ditanggung oleh keluarga asuh. Selain itu, seorang Au Pair juga mendapat uang saku. Di Jerman sendiri, uang saku standar yang diperoleh yaitu sebesar 260€ per bulan. Jumlah ini tidak terlalu besar, tapi cukup untuk jajan atau ditabung. Sebagai balas jasa, seorang Au Pair ikut membantu mengasuh anak dan bersih-bersih rumah.  Mengasuh anak? Sama kayak baby sitter dong? Eitsss,, gak dong. Anak orang tua asuh menjadi adik angkat seorang Au Pair jadi mengasuh mereka bukan berarti saya baby sitter kan. Atau celetukan lain, Au Pair itu pembantu ya? Kan bersih-bersih rumah. Eh bambang, memangnya saat tinggal dirumah sendiri atau dirumah keluarga dan bersih-bersih itu juga disebut pembantu? Tidak kan.

Au Pair bukan Baby Sitter apalagi Pembantu

Tidak jarang komentar mengenai program Au Pair ini datang dari orang-orang terdekat yang minim info mengenai Au Pair. Katanya, apa bedanya seorang Au Pair dengan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) jika harus mengasuh anak dan ikut membersihkan rumah. Faktanya, memang belum banyak orang Indonesia yang tahu tentang program Au Pair sehingga wajar saja tidak semua orang berpikiran positif tentangnya dan menyamakannya dengan TKI yang bekerja di Malaysia atau Hongkong.

Padahal program ini sangat baik dan tepat untuk siapa saja yang ingin memiliki pengalaman tinggal diluar negeri selama satu tahun secara gratis dan memiliki kesempatan untuk keliling negara yang masuk kawasan Schengen di benua Eropa tanpa butuh visa lagi. Selain itu pengalaman yang didapat selama tinggal jauh dari Indonesia akan sangat banyak dan berharga. Kapan lagi bisa merasakan semua itu dengan mudah dan murah kan?

Seorang Au Pair seharusnya menjadi bagian dari keluarga angkat. Sebagai anggota keluarga, Au Pair mendapat fasilitas dan hak yang sama dengan anggota keluarga lain. Seorang Au Pair mendapat kamar pribadi, memakan apa yang dimakan oleh keluarga asuhalias tidak ada perbedaan kecuali ada kesepakatan misalnya tidak memakan makanan tertentu, dll serta bisa menggunakan fasilitas yang sama dengan anggota keluarga lain.

Terkadang, ada keluarga yang menyalahgunakan Au Pair sebagai pembantu dan tidak dipenuhi semua haknya. Jika hal itu terjadi, Au Pair berhak protes atau bahkan mengganti keluarga asuh. Sebelum sepakat untuk menjadi Au Pair di calon keluarga asuh, pastikan bahwa mereka adalah keluarga yang baik dan hak-hak Au Pair terpenuhi. Jika mereka pernah memiliki Au Pair, jangan ragu untuk meminta kontak Au Pair tersebut dan bertanya tentang calon keluarga asuh. Sehingga ketika sudah tiba di Jerman, tidak terjadi hal buruk. Karena jika itu terjadi, yang akan dirugikan pasti diri sendiri. Apalagi dengan kemampuan bahasa yang masih terbatas dan tidak memiliki siapapun yang bisa membantu.

Jadi, sudah jelas Au Pair itu bukan dengan baby sitter atau pembantu. Lagipula tidak ada yang salah dengan dua pekerjaan tersebut. Sebenarnya, yang menjadi masalah bukan alasan kenapa tinggal di luar negeri. Kuliah atau bekerja dibidang profesional memang memiliki status sosial yang baik dimata masyarakat. Tapi mindset bahwa status sosial didasarkan pekerjaan yang perlu diperbaiki. Sudah bukan masanya mengelompokkan sesorang berdasarkan ras, warna kulit, status sosial, jenjang pendidikan maupun golongan-golongan lain. Semua orang memiliki hak yang sama untuk di hargai dan wajib menghargai orang lain tanpa melihat latar belakangnya.

Cara menjadi Au Pair

Ada dua acara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang Au Pair yaitu melalui jalur mandiri atau menggunakan agen. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika memilih menggunakan agen, seorang calon Au Pair hanya tahu beres. Beberapa menyediakan paket lengkap mulai dari belajar bahasa hingga tiba di negara tujuan. Hanya saja memang biaya yang dikeluarkan cukup besar. Beda halnya melalui jalur mandiri. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah namun calon Au Pair harus siap repot dan waktu yang dibutuhkan dari awal belajar hingga berangkat ke negara tujuan relatif lebih lama. Penulis sendiri memilih jalur mandiri karena faktor biaya yang jauh lebih murah.

Website yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan keluarga asuh yaitu aupairworld.com dan aupair.com. Selain melalui website, cara lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan keluarga asuh yaitu melalui teman yang sedang menjalani program Au Pair di negara tertentu. Calon keluarga asuh biasanya meminta calon Au Pair untuk video call dan sebab ini juga kemampuan bahasa negara tujuan dibutuhkan. Tidak harus pandai, tapi paling tidak bisa mengerti dan bisa menyampaikan apa yang ingin di katakan. Jika antara calon keluarga asuh dengan calon Au Pair sudah saling cocok, maka langkah selanjutnya yaitu mengurus segala dokumen yang dibutuhkan. Salah satu dokumen penting yang pasti ada yaitu kontrak. Didalam kontrak tersebut, sudah tercantum hak dan kewajiban seorang Au Pair sehingga jika nanti pada pelaksanaannya keluarga asuh tidak mematuhi isi kontrak atau sebaliknya maka seorang Au Pair berhak untuk protes atau mengganti keluarga dan keluarga asuh pun bisa meminta Au Pair untuk berhenti.

Jadi, apakah kalian berminat untuk menjadi seorang Au Pair?

Kontributor: Dina Noviana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *